skip to Main Content
Babak Baru Pertarungan Samsung Vs Xiaomi

Babak Baru Pertarungan Samsung Vs Xiaomi


Babak Baru Pertarungan Samsung Vs Xiaomi

Jakarta, Selular.ID –  Tahun lalu, Samsung telah kehilangan mahkota sebagai penguasa pasar di India. Padahal posisi tersebut telah disandang vendor asal negeri ginseng itu sejak 2012.

Menurut penelitian lembaga riset Counterpoint, pangsa pasar Samsung diIndia berdasarkan pengiriman telah tertinggal dari Xiaomi di dua dari tiga wilayah pada 2018.

Untuk mengembalikan posisi sebagai market leader, Samsung bertekad untuk lebih
agresif di tahun ini. Vendor yang identik dengan warna biru itu, berencana
untuk meluncurkan tiga varian M-series dalam waktu dekat.

Dilansir dari The Economic Times, ketiga smartphone baru itu, akan dilepas secara
ekslusif di toko online dalam kisaran harga yang sangat terjangkau, yakni Rs 10.000
hingga Rs 20.000 (Rp 700.000 – Rp 1.400.000).

Penjualan ke toko-toko online, sekaligus menandai pola baru penjualan Samsung, terutama pada
segmen harga yang didominasi oleh pesaing terberat asal Cina itu.

Smartphone M-series akan menyasar segmen millennials sebagai pasar utama. Segmen ini
memang terkenal paling doyan berbelanja smartphone lewat platform e-commerce.

Seperti diketahui, pembeli di kalangan muda usia, terbukti memainkan peran utama dalam
membantu Xiaomi melampaui saingannya selama sekitar setahun terakhir ini.

“Seri baru ini dirancang sesuai dengan kebutuhan konsumen milenial India. Kami
berharap dapat menggandakan pertumbuhan bisnis online kami. Itu merupakan
lompatan signifikan Samsung di pasar e-commerce ”, ujar Asim Warsi, Wakil
Presiden Senior Samsung India.

Dia menambahkan bahwa Samsung akan terus fokus pada saluran offline-nya di tempat
yang sudah mapan. “Itu tidak berubah. Langkah ini adalah tentang upaya untuk
lebih fokus pada kebutuhan konsumen”.

Untuk bisa menggaet kalangan milenial, Samsung membenamkan sejumlah keunggulan pada varianM-Series. Diantaranya, baterai tahan lama mencapai 5000 Mah di perangkat untuk pertama kalinya, juga dibenamkan fitur pengisian cepat. Satu dari tiga perangkat juga akan dilengkapi dengan pengaturan tiga kamera.

Serangan balik Samsung tentu menjadi pekerjaan rumah bagi vendor China, terutama Xiaomi yang tak ingin posisi yang sudah direbutnya sejak Juli 2018, kembali berpindah tangan ke Samsung.

Hingga memasuki awal 2019, Xiaomi memiliki pangsa pasar 27,3% dibandingkan dengan 22,6% pesaing terdekatnya itu. Kukuhnya Xiaomi di posisi puncak, tak lepas dari keberhasilan vendor mengekspansi pasar online. Saat ini, Xiaomi didukung oleh hampir 50% pangsa ruang online, dibarengi penjualan yang cepat dalam saluran yang sama.

Dengan meluncurkan varian M-series, Samsung berusaha mengejar ketertinggalannya terhadap Xiaomi. Meski demikian, Neil Shah, Research Director, Devices and Ecosystems Counterpoint, mengatakan bahwa ia tetap skeptis tentang peluang Samsung untuk mematahkan cengkeraman Xiaomi di ruang e-commerce.

Ia beralasan,vendor Korea itu setahun terlambat dengan seri ini, karena harga jual rata-rata online telah bergerak melampaui Rs 10.000.

“Seri baru ini akan bekerja dengan baik untuk Samsung di saluran offline, yang memberikan kontribusi sekitar 80% dari penjualan handset di India”, katanya.

Satu-satunya peluang Samsung di saluran online, imbuh Neil Shah, adalah jika mereka mencocokkan harga dan spesifikasi pemain lain, seperti Xiaomi untuk menawarkan nilai uang yang lebih baik (value for money). Misalkan membundling smartphone tersebut dengan askesoris dan layanan bernilai tambah lainnya.

Meski tak mudah merebut kembali posisi teratas dari Xiaomi, Samsung telah mempertajam fokusnya pada India. Negara dengan lebih dari satu miliar pelanggan nirkabel. Sekitar350 juta pengguna di negeri itu belum menggunakan smartphone. Saat ini India merupakan pasar ponsel terbesar kedua di dunia setelah China.

Tahun lalu, Samsung telah membuka pabrik manufaktur ponsel yang dikalim terbesar di dunia di pinggiran ibukota India, New Delhi. Langkah itu dibarengi dengan pembukaan toko telepon seluler terbesar di dunia di Bengaluru.

Saat ini Samsung menjual berbagai perangkatnya melalui 250.000 outlet
ritel dan lebih dari 2.000 toko eksklusif di seantero India. Hal itu didukung
oleh 2.000 pusat layanan yang tersebar di banyak kota.

Berbeda dengan India, pencapaian Samsung di
Indonesia masih lebih baik.Meski
demikian, posisi Samsung semakin rawan dikudeta oleh vendor-vendor China yang
semakin agresif, terutama Xiaomi yang diuntungkan dengan membanjirnya penjualan
pasar BM (black market).

Lembaga riset IDC,
mengungkapkan bahwa sepanjang kuartal ketiga 2018, pengiriman smartphone di
Indonesia mencapai 8,6 juta unit pada periode Juli—September 2018.

Angka itu menunjukkan penurunan sebesar 9 persen jika
dibandingkan kuartal sebelumnya (April—Juni), tetapi tumbuh 18% dibandingkan periode
sama tahun lalu (2017).

Lima vendor teratas masih menguasai market share di Indonesia. Samsung
tetap merajai dengan raihan 28%, Di posisi kedua
ditempati Xiaomi dengan capaian 24 persen. Tiga posisi setelahnya juga dihuni brand
sama dengan kuartal kedua 2018, yakni Oppo (19%), Vivo (11%) dan Advan (5
persen).

The post Babak Baru Pertarungan Samsung Vs Xiaomi appeared first on Selular.ID.
Source: Selular
Babak Baru Pertarungan Samsung Vs Xiaomi

zhavick

Web Developer

Leave a Reply

Back To Top